mengapa masih ada insan yang mengambil kesempatan terhadap diri ku...megapa mereka tergamak memperlakukan diri ku sekeluarga dengap sikap buruk mereka..tidak kah mereka sedar selama ini rumah ku lah tempat mereka meminjam itu ini..bila hujung bulan pula tampa segan silu rumah ku lah mereka makan itu ini.x cukup itu duit pula di pinjam lagi.namun sedikit pun selama ini kami tak anggap sebagai bebanan,walaupun ada teman lain menegur kenapa mereka sentiasa di rumahku.
namun kini mana kan tidak kami terasakecil hati,bila roda mereka di atas kini,kami bukan lagi kawan sejati,datang rumah ku jauh sekali,apa tah lagi nak hantar walau sebungkus maggi.namun kami biarkan perangainya yang semakin menjadi jadi walau bukan ini pertama kali tapi sudah berulang kali.namun kata suami ku lagi biarkan mereka terus menjadi jadi kerana tahu lah mereka apa yang akan terjadi nanti.kali ini tak kan lagi kami akan memberi pertolongan lagi..
kata ku kepada suami ,jangan di ajar itik berenang lagi,
aku bukan lah pedendam tapi sekadar memberi pengajaran,kerana kami tahu pabila poket kalian kekurangan kekurangan di sini lah nanti tempat bergelandangan kalian,kerana sebagai kawan dan jiran hanya kami yang tahu perihal kalian.kerana pada orang lain tak pernah kalian khabar kan kesulitan kalian.pada insan lain sememangnya mereka tak pernah tahususah senang kalian,kerana mereka hanya lah teman bila diri mu dalam kesenangan..............................................
Thursday, May 5, 2011
bila manusia lupa diri
hidup bagaikan roda,sekejap kita di atas sekejap kita di bawah,namun aku tetap aku walaupun di mana arah roda itu berputar.
namun apa yang aku kesalkan dengan insan yang boleh ku anggap seperti rakan adik dan keluarga ku sendiripabila berada di rantauan ini,sedar tak sedar dah sepuluh tahun ku kenal mereka,terlalu banyak yang ku ketahui pahit manis perjalanan hidup mereka.
namun sejak akhir akhir ini aku makin terasa dengan perangai mereka.mungkin mula mula dulu ku buang jauh jauh perasangka buruk kerana tak nak di anggap suka cari hal,tapi andai benda yang sama sering terjadi hati ku semakin luluh dengan sikap nya.bukan lidah jadi alasan bukan kutukan menjadi ukuran tapi satu sikap buruk yang keterlanjuran,buat diri ku terkesan.
manusia mudah lupa di mana diri berada,bukan niatku untuk mengaibkan sesiapa tapi luahan hati yang terluka.luka hati ku dengan perangai manusia yang mudah lupa tentang pengorbanan orang lain terhadap dirinya,bukan harta dunia yang menjamin segalanya.tapi hati yang jujur itu yang di pinta.aku juga bukan lah insan berada tapi hanya lah insan biasa,bagi ku berkawan biar seribu,musuh jangan menghigap diri ku,itu lah pegangan hidup ku.namun di atas sikap ku masih ada insan yang selalu mengambil kesempatan terhadap sikap ku ini.
namun apa yang aku kesalkan dengan insan yang boleh ku anggap seperti rakan adik dan keluarga ku sendiripabila berada di rantauan ini,sedar tak sedar dah sepuluh tahun ku kenal mereka,terlalu banyak yang ku ketahui pahit manis perjalanan hidup mereka.
namun sejak akhir akhir ini aku makin terasa dengan perangai mereka.mungkin mula mula dulu ku buang jauh jauh perasangka buruk kerana tak nak di anggap suka cari hal,tapi andai benda yang sama sering terjadi hati ku semakin luluh dengan sikap nya.bukan lidah jadi alasan bukan kutukan menjadi ukuran tapi satu sikap buruk yang keterlanjuran,buat diri ku terkesan.
manusia mudah lupa di mana diri berada,bukan niatku untuk mengaibkan sesiapa tapi luahan hati yang terluka.luka hati ku dengan perangai manusia yang mudah lupa tentang pengorbanan orang lain terhadap dirinya,bukan harta dunia yang menjamin segalanya.tapi hati yang jujur itu yang di pinta.aku juga bukan lah insan berada tapi hanya lah insan biasa,bagi ku berkawan biar seribu,musuh jangan menghigap diri ku,itu lah pegangan hidup ku.namun di atas sikap ku masih ada insan yang selalu mengambil kesempatan terhadap sikap ku ini.
hari ini aku mula menulis lagi tapi apa yang nak ku tulis ye..............buntu nya fikiran ku..bosan pun ada juga ni..tapi yang paling best nya aku dapat berbicara dengan mak di kg hampir satu jam berbicara di telefon..namun kenapa la hati ini tetap juga berbisik kampung aku rindu kamu..
ingin saja kaki ini melangkah pulang namun kewajipan seorang ibu juga tanggungjawab seorang suami memaksa aku masih di sini..namun entah mengapa saat ini hati ku terlalu rindukan kampung.rindukan masakan ayah rindukan kedamaian malam di kampung.rindu pada snak saudara,tapi bila waktu nya aku dapat kembali,terasa 3 bulan bagaikan seribu tahun .
minda ku sarat dengan awangan yang entah apa apa.tapi benak ku tetap juga berbicara.tapi apa ya.................mengapa aku jadi begini.bukan sehari dua aku di rantauan ini.tp sudah lama tapi mengapa hati ku segusar ini..hati merintih dalam sendu merayu dalam diam.merindu pada sesuatu .tapi apa yang ku rindu.apa yang ku gusarkan.kampung ku nun jauh di utara..kenapa aku terlalu merindui mu saat ini..mengapa mengapa.dan mengapa..tiada khabar yang tidak elok.tiada masalah yang tidak enak tapi mengapa aku segelisah ini..MENGAPA......................................................aku tiada jawapan nya
ingin saja kaki ini melangkah pulang namun kewajipan seorang ibu juga tanggungjawab seorang suami memaksa aku masih di sini..namun entah mengapa saat ini hati ku terlalu rindukan kampung.rindukan masakan ayah rindukan kedamaian malam di kampung.rindu pada snak saudara,tapi bila waktu nya aku dapat kembali,terasa 3 bulan bagaikan seribu tahun .
minda ku sarat dengan awangan yang entah apa apa.tapi benak ku tetap juga berbicara.tapi apa ya.................mengapa aku jadi begini.bukan sehari dua aku di rantauan ini.tp sudah lama tapi mengapa hati ku segusar ini..hati merintih dalam sendu merayu dalam diam.merindu pada sesuatu .tapi apa yang ku rindu.apa yang ku gusarkan.kampung ku nun jauh di utara..kenapa aku terlalu merindui mu saat ini..mengapa mengapa.dan mengapa..tiada khabar yang tidak elok.tiada masalah yang tidak enak tapi mengapa aku segelisah ini..MENGAPA......................................................aku tiada jawapan nya
Sunday, May 1, 2011
setelah hampir 25 tahun aku tidak menulis ,hari ini ku tulis kembali segala yang pernah kulakukan dulu..sejujurnya aku rindu untuk menulis dan terus menulis .namun jarak waktu yang membezakan segalanya.kalau dulu banyak cerita indah di zaman remaja namun kita usia telah menginjak ke senja..tiada lagi saat indah sedemikian rupa..namun kini aku telah punya segalanya yang membuatkan aku lupa seketika apa yang dulu aku suka...
sejujurnya aku cukup bahagia dan gembira dengan anugerah yang ada di kurniakan dengan tiga cahayamata yang kini semuanya telah menginjak remaja.dan aku punya suami yang semua isteri damba..walau kami tak kaya tapi kami cukup bahagia..alhamdulillah di atas kurnianya
telah lama hajat hati ini untuk menulis dan meluahkan segalanya,tapi hati ku tetap berkata biarlah aku kini telah berusia,namun naluri kecil ku tak pernah berhenti berkata kenapa harus aku melupakan apa yang menjadi minat ku dulu
namun apa lagi yang harus aku tulis ,cerpen atau puisi yang dulu sering menjadi pilihan utama ku,adakah lagi orang yang mahu melihat hasil karya ku,atau haruskah aku terus melupakan semuanya dan hidup seperti biasa,menjadi suri pada suami dan ibu pada anak anakku saja.tapi..............bila aku sendirian saja kebosanan terus melanda,tiada apa yang dapat ku luangkan pada masa yang ada.bila suami pergi kerja,anak anak pula dengan pengajian mereka tinggallah aku seorang saja,lalu pada waktu itu kebosanan sering melanda
kadang kadang aku menulis juga tapi hanya di helaian kertas sahaja.
anak anak ku sering berkata kenapa emak tidak terus menulis saja.tapi bila usia yang sudah senja ini berbicara,rasa malu pun ada.namun aku bersyukur tidak terhingga bila anak anak ku menjadi pendorong utama,meyuruh ku berkarya semula....buat anak anak ku bukan ibu tidak setuju tapi ibu merasa malu.kerana ibu sudah tidak semampu yang dulu,otak ini sudah beku sebeku tanah yang di gumpal menjadi dadu.namun ibu menulis jua demi semangat yang kalian berikan untuk ibu.terima kasih anak anak ku.
apa lagi yang nak ku tulis di watikah pertama ku ini,apa lagi nak ku ceritakan tentang diri ku.semuanya sudah menjadi beku.hanya yang termampu oleh ku bersyukur dan terus bersyukur selalu kerana aku tetap aku ,aku tetap seperti dulu cuma kini aku bergelar ibu......................semoga kebahagiaan menjadi milik ku selalu aaaaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiiiin
DI SINI KU BERMULA
sudah lama aku x berkarya
masih kah ada lg magic ku
apakah sudah berkarat otak ku
namun aku terus menulis jua
jari jemari ku bergerak perlahan
di titip jua bingkisan kerinduan
pada helaian demi helaian
adakah masih ada lagi harapan
jika rindu yang menggamit ingatan
haruskah aku melupakan
tapi hati ku tetap mengatakan
aku masih ada harapan
lalu bait demi baik ku ukirkan
harap tiada yang membosankan
harapan ku setinggi awan
moga tinta ku akan terus berkekalan
Friday, January 14, 2011
kain buruk ayah
Di tangga pentas
menggertak menggegar
ramai berdendang
menuntun di tangga kambing
jerihlah bibir-bibir mengukir
bersimpang siur seloka-seloka
liuk gemalai merdu
di seli nista sumbang
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.
menggertak menggegar
ramai berdendang
menuntun di tangga kambing
jerihlah bibir-bibir mengukir
bersimpang siur seloka-seloka
liuk gemalai merdu
di seli nista sumbang
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.
Tiba-tiba ramai berkebun
bertanamlah cili mereka
ada yang tanam tebu
ada yang tanam belimbing
ada yang kekal menanam sirih
beraya berkunjung
menyendeng tanaman mereka
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.
bertanamlah cili mereka
ada yang tanam tebu
ada yang tanam belimbing
ada yang kekal menanam sirih
beraya berkunjung
menyendeng tanaman mereka
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.
Senyum kambing
di tangga kambing
kecundang bertandang
terus kecundang
surai bersalamlah mereka
meninggalkan pentas
meninggalkan tangga kambing.
di tangga kambing
kecundang bertandang
terus kecundang
surai bersalamlah mereka
meninggalkan pentas
meninggalkan tangga kambing.
Moga-moga reda di persada.
Subscribe to:
Posts (Atom)
